Friday, 22 March 2013

CERPEN TENTANG SAHABAT SEJATI


SAHABAT SEJATI

Nama : Yusuf Riyanto
No. Peserta : 18-017-065-8
Kelas : XII IPA 2

Adzan subuh menggema, memanggil-manggil hambanya untuk bersujud di hadapan-Nya. Adzan subuh telah membangunkan Ryan dari tempat tidurnya. Ia bergegas mengambil air wudhu dan pergi ke masjid untuk sholat subuh berjama’ah.
Setelah sholat subuh selesai, Ryan mulai bersih-bersih rumah dan mempersiapkan untuk pergi kes sekolah. Tak lupa, sebelum berangkat sekolah Ryan selalu sarapan dulu agar dalam menerima pelajaran tidak loyo. Ryan berangkat sekolah dengan jalan kaki karena jarak antara sekolahan dan rumah Ryan tidak begitu jauh.
Ia berangkat sekolah selalu bersama dengan sahabat karibnya sejak kecil, Yusuf namanya. Ryan menghampiri rumah Yusuf dan memanggilnya, “Woooooeeeeeyyyyyy, suf. Ayo cepetan....!!! ntar telat low..”. Saking dekatnya mereka berteman, mereka memanggil satu sama lain terserah yang mereka mau.
Dari dalam rumah Yusuf menimpali,”Iya, iya... bentar lagi coy, masih pake sepatu nich..”.
Selesai memakai sepatu Yusuf menghampiri Ryan yang sedang duduk menunggu di depan rumah Yusuf.
“Woey, bengong aje... Ayo camon..!!!” Ajak Yusuf.
“Lama bangetttt....”Timpal Ryan.
Mereka berduapun berangkat ke sekolah bersama-sama sambil ngobrolin tentang pelajaran nanti. Yusuf dan Ryan sekolah di SMAN 4 Karangwangi.
Sesampainya di sekolahan, Yusuf dan Ryan di cegat oleh Geng Metal yang digawangi oleh Roy sang leader, Andre, dan Boy. Mereka bertiga adalah Geng yang paling di takuti oleh semua siswa di SMAN 4 Karangwangi. Mereka selalu meminta uang kepada siswa lain dengan cara paksa. Jika tidak di turuti apa yang mereka inginkan, Mereka bisa menghajar korban sampai babak belur.
“Halooooo, ada mangsa empuk nich guys...!!” Kata Roy kepada teman-temannya.
“Yo’i men, ayo kita sikat...!!!” Sahut Boy.
“Keluarin Dompet Loe.....!!!” Bentak Roy kepada Yusuf.
Melihat sahabatnya di bentak-bentak, Ryan langsung terpancing emosinya dan langsung melayangkan bogem mentah ke muka Roy. Karena Ryan emang jago bela diri, jadi dia berani sama siapapun yang ingin mencari gara-gara.
“Anjinnnggggggg, Loe berani ama gue..!!!” Roy marah besar.
“Loe berurusan sama Sobat gue, urusan loe sam gue juga !!” Jawab Ryan.
“Okeee... Hajar Dia !!!” Suruh Roy Kepada Andre dan Boy.
Andre dan Boy maju dan langsung menyerang Ryan. Tapi, dengan gesitnya Ryan dapat menghindar. Ryan langsung membalas dengan Pukulan tepat di perut Andre dan Boy. Andre dan Boy merasa kesakitan terkena pukulan dari Ryan.
“Bos, nie anak emang jago bela diri, Kita bisa bonyok nich kalo berantem ama nie anak”. Kata Andre Kepada Roy.
Roy juga tidak mau kalau Geng mereka dikalahkan oleh Ryan seorang. Maka, Roy menantang Ryan dan Yusuf untuk bermain Three On Three. “Kurang ajar, Ryan ama Yusuf gue tantang loe maen Three On Three minggu depan sambil di tonton semua siswa sekolah ini...!!!”.
“Okey, siapa takut. Gue terima tantangan loe !!!” Jawab Ryan.
“Oke, taruhanya siapa yang menang kan jadi Leader di sekolah ini dan yang kalah harus nyerahin duit yang ia punya dan jadi budak selama-lamanya”.
“Gue passti menang !!!” Kata Ryan penuh percaya diri.
“Yan, emang kita bisa maen Three On Three apa ?” Tanya Yusuf.
“Tenang aja bro, aku sudah punya rencana !” Jawab Ryan.
“Awass Loe !!!” Kata Roy sambil menunjukkan jari ke muka Yusuf dan Ryan, Lalu Pergi.
Setelah itu Ryan dan Yusuf berusaha merundingkan bagaimana caranya untuk melawan Geng Metal. Karena cuma berdua Ryan mengajak Yoga untuk maen Three On Three melawan Geng Metal. Yoga  anak yang jago maen basket, dia juga Anggota Perbasi Kabupaten SidoJoyo. Sela 1 minggu itu, Ryan, Yusuf dan Yoga selalu berlatih demi memenangkan taruhan itu. Kini Yoga juga bersahabat dengan Ryan dan Yusuf. Hubungan mereka bertiga bukan lagi sekedar sahabat melainkan seperti saudara kandung yang sangat dekat. Sudah 5 hari mereka menjalani latihan itu bersama-sama, semakin lama mereka bertiga semakin kompak dan gerak-gerik mereka semakin lincah dan energick.
Hari yang terkahir, mereka berusaha keras menutupi segala kekurangan yang ada pada diri mereka. Tetapi mereka tetap bersemangat untuk memenangkan taruhan itu. Sebenarnya, Ryan menerima taruhan itu agar seluruh siswa di SMAN 4 Karangwangi tidak takut lagi dengan Geng Metal. Karena Geng Metal itu sama halnya dengan siswa-siswa lainnya, jadi tidak perlu ditakuti.
Satu Minggu sudah berlalu, tiba waktunya untuk pertarungan tersebut dimulai. Yusuf, Ryan dan Yoga hanya bisa berdo’a dan berusaha untuk semua itu, segala usaha telah dilakukan demi seluruh siswa SMA 4. Yusuf, Ryan dan Yoga berbicara di depan kelas mereka, bahwa kita harus bangkit demi majunya penerus bangsa yang baru.
“Temen-temen aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian. Perlu kalian tahu, kita jangan pernah mau disuruh, di perbudak oleh Geng Metal. Karena mereka adalah faktor penyebab adanya kerusakan pergaulan di sekolah ini, kita tidak boleh kalah sama dia dan demi seluruh siswa-siswi SMA 4 kita harus bangkit, Setuju....???” Kata Yusuf.
“Iya teman-teman, kita pokoknya harus maju melawan Geng Metal. Kita harus bangkit, Okeeeeyyy....!!!” Tambah Ryan.
Semua siswa di kelas itu berteriak, “Okeee, Setujuuuuu....!!!!”.
Setelah itu mereka semua berdo’a bersama demi kelancaran Yusuf, Ryan dan Yoga dalam menghadapi pertandingan itu. Lalu semua siswa SMAN 4 Karangwangi berkumpul di tepi lapangan Basket untuk melihat pertandingan itu. Pertandinganpun dimulai tim Roy unggul lebih dulu dari Tim Ryan pada Quarter pertama dengan skor cukup jauh yaitu 10-4. Pertandingan ini hanya dilakukan 2 Quarter, sehingga tim Roy bersiasat licik untuk memenangkan pertandingan ini. Timnya Ryan pun tak patah semangat, walau ketinggalan jauh mereka aka tetap berjuang untuk memenangkan petandingan ini.
Quarter kedua dimulai, pertandingan baru dimulai Roy bermain curang. Ia mendorong Ryan hingga jatuh tersungkur, kaki Ryan terluka. Dengan dukungan teman-temannya di pinggir lapangan yang terus menyemangati dia. Ryanpun bangkit, maju terus dan semangat juang untuk menang berkobar didalam jiwanya. Akhirnya Yusuf, Ryan dan Yoga dapat menyamakan skor. Di detik-detik akhir pertandingan Roy kembali berbuat curang. Kini, Yusuf korbannya, hingga wasit memberikan hadiah Free Throw. Bolapun bergulir diatas ranjang dan akhirnya masuk mengubah kekududukan menjadi 10-11. Kemenangan untuk tim Ryan.
Semua siswa senang sekali melihat Ryan, Yusuf dan Yoga memenangkan pertandingan. Dan sesusai perjanjian yang menang menjadi Leader di SMAN 4 Karangwangi dan yang kalah harus menyerahkan semua uangnya dan menjadi budak selama-lamanya. Tapi Yusuf menentang perjanjian itu.
“Maaf teman-teman, aku tidak bisa menerima semua itu. Akan aku putuskan yang menang gak jadi leader semua siswa disini itu sama. Jadi kita itu satu gak ada beda-bedain dan tidak ada jajah menjajah. Kita semua adalah sahabat, bersatu untuk SMAN 4 Karangwangi. Daaaaannnnnnn, yang kalah harus bersikap adil, dan menyamakan kondisi sekolah serta berhenti mengganggu teman-teman yang lain. Gimana ? Setuju gak teman-teman ?” Kata Yusuf.
“Setujuuuuuuuu....!!!” Jawab semua siswa serentak.
Lalu, Uang dari Roy, Andre dan Boy dibagikan kepada teman-teman yang pernah dirampas uangnya. Akhirnya Roy, Andre dan Boy merasa malu dan meminta maaf kepada Yusuf, Ryan dan Yoga. Kini di SMAN 4 Karangwangi tidak ada lagi kenakalan siswa. Semua karena Yusuf, Ryan dan Yoga. Nama mereka bertiga dikenal dekat seluruh siswa. Ini semua berkat Kekompakan dan Persaudaraan antara mereka bertiga.